Tag Archives: Kalem; TahanSejenak; 7Detik; Sabar

Aksi dan Reaksi

Ada seorang ayah, yang malam itu sedang sangat sibuk membuat slide untuk dipresentasikan pada rapat pimpinan di kantornya besok hari. Keesokan harinya, ketika sedang sarapan pagi tanpa sengaja anaknya menumpahkan kopi ke baju sang ayah.

Tidak sampai 1 detik, emosi sang ayah langsung memuncak. Dia marahi anaknya dengan suara yang sangat keras. Wajahnya merah saking marahnya. Istrinya menghampiri mencoba untuk menenangkan. Bukannya mereda, amarah sang ayah malah berpindah kepada istrinya. Bahkan menyalahkan istrinya dan menganggap gagal dalam mendidik anak. Bibi yang bergegas untuk membersihkan tumpahan kopi ikut kena imbas amarah sang ayah, karena menghalangi jalannya.

Ayah lalu masuk ke kamar untuk mengganti kemeja. Karena suasana hati sedang tidak nyaman, berkali-kali kemeja yang dikenakan dirasakan tidak ada yang cocok. Hingga tersadar bahwa begitu banyak waktu yang dia buang untuk berangkat ke kantor. Dengan tergesa-gesa ayah masuk ke mobil dan memerintahkan supirnya untuk jalan.

Ditengah jalan, ayah tersadar bahwa notebook untuk presentasi tertinggal di meja makan. Supir disuruh segera memutar kembali ke rumah, tapi jalanan pagi itu sangat padat. Emosi ayah yang masih belum reda kembali memuncak. Dan pak supir yang menjadi sasaran kali ini.

Hari ini ayah mengawali pagi dengan suasana yang tidak nyaman. Penuh dengan energi negatif. Mungkin bisa berlanjut terus hingga sampai dikantor. Atau bahkan mungkin hingga kembali ke rumah.

*****

Sekarang mari kita ulangi cerita diatas.

………..Keesokan harinya ketika sarapan tanpa sengaja anaknya menumpahkan kopi dan kena baju sang ayah. Anaknya tampak sangat ketakutan.
Sang ayah tersenyum, lalu mendekati anaknya dan berkata, “nak, berjalan saja!. Tidak perlu terburu-buru ya. Biar gak nyenggol atau nabrak lagi. Jadi tidak ada yg tumpah atau pecah.

Anak itu meminta maaf kepada ayahnya. Ibu meminta bibi utk membersihkan tumpahan kopi tersebut, lalu mengajak ayah ke kamar. Dipilihkannya baju ganti untuk sang suami.

“Ayah, ini baju gantinya. Kamu cocok pake ini utk presentasi”.

Ayah tersenyum. “Terima kasih, sayang”, ujarnya singkat sambil memberikan kecupan ke kening istrinya. Hhhhhhhheehh…..adeeemmm…hehe.

Ayah siap utk berangkat kerja, ketika hendak masuk mobil. Tiba2 bibi berteriak…
“Paakk!!, ini Laptop-nya ketinggalan”

Wah…ayah merasa lega sekali. Perjalan lancar dan suasana hati ayah pagi itu begitu ceria, penuh energi positif. Dan mungkin akan terus berlanjut hingga seterusnya…

*****

Setelah kita melihat dua situasi diatas yang manakah yang ingin kita jalani? Semua orang sepakat untuk memilih cerita yang kedua. Tapi situasi mana yang lebih sering kita alami? Hehe…sebenarnya kita sendiri yang menentukannya. Kita sendiri yang mendesain alur kehidupan yang akan kita jalani. Kita sendiri yang memilih jalan mana yang harus dilalui. Setiap aksi yang sudah kita ambil maka akan menimbulkan reaksi. Dan reaksi yang muncul akan bermacam-macam tergantung dengan aksi apa yang kita pilih. Bisa dari internal diri kita sendiri atau dari eksternal orang lain ataupun lingkungan.

Ingat selalu untuk bisa menahan diri, untuk jangan buru-buru. Stop, Think, Do. Satu tarikan nafas panjang saja kok. Hanya 7 detik. Dan reaksi dari aksi yang diambil bisa lama impact nya. Kita lihat lagi cerita pertama. Aksi yang diambil ayah adalah marah. akibatnya sampe sore tetep aja bete gak kelar-kelar. Misalnya kita salah ngomong ke temen, trus baper. Bisa berhari-hari ntar gak disapa. So….kalem dulu…

Stop
Think
Do

Emang ada orang bisa nahan-nahan begitu? Ada donk.
Pernah gak pas lagi liat di group WA tiba-tiba someone typing….lama…lalu hilang gak muncul apa-apa. Karena tiba-tiba di pikiran someone itu terlintas, “eh, kalo ngetik ini nanti ada yang marah gak yah? ada yang tersinggung gak yah?”.
Atau misal ketika lagi asyik ngobrol sama teman, apa yang mau diomongin tiba-tiba gak jadi diomongin. Seperti ada yang melintas cepat dipikiran kita memberi tahu “hey, jangan ngomong gitu…Bahaya”. Ternyata didalam diri kitapun ada alarm intuisi yang berusaha untuk memperingatkan kita.

Teruslah berlatih untuk menahan diri sejenak. Kita coba kendalikan keadaan untuk menciptakan reaksi yang positif.

Salam 7 detik

@wickrady