Sahabat Ke Surga

[11/28/2015, 09:35] bagus wickradytha: beberapa hari terakhir seru bener nyimak Sirah dari mbak Yusi…
pas bagian tentang perang badar dan perang uhud.
bukan perangnya yang mau di hightlight, tp perjuangan para sahabat

mereka berjuang bersama Rasulullah untuk membela agama Allah. Semangatnya untuk meraih ridho Allah luar biasa. Dengan tujuan insya Allah masuk surga

ternyata peran sahabat itu sangat penting, gais….

Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Perbanyaklah Sahabat-sahabat mu’minmu, karena mereka memiliki Syafa’at pd hari kiamat”.

Imam syafi’i berkata
“Jika engkau punya teman – yg selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karna mencari teman -baik- itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali”

Lukman alhakim menasihati anaknya:
1. Wahai anakku setelah kau mendapatkan keimanan pada Allah, maka carilah teman yg baik dan tulus..
2. Perumpamaan teman yg baik seperti “pohon” jika kau duduk di bawahnya dia dpt menaungimu, jika kau mengambil buahnya dpt kau makan..
Jika ia tak bermanfaat utk mu ia juga tak akan membahayakan-mu.

Menurut Imam al-Ghazali ada dua belas kriteria sahabat :
1. Jika kau berbuat baik kepadanya, maka ia juga akan melindungimu.
2. Jika engkau merapatkan ikatan persahabatan dengannya, maka ia akan membalas balik persahabatanmu itu.
3. Jika engkau memerlukan pertolongan darinya, maka ia akan berupaya membantu sesuai dengan kemampuannya.
4. Jika kau menawarkan berbuat baik kepadanya, maka ia akan menyambut dengan baik.
5. Jika ia memproleh suatu kebaikan atau bantuan darimu, maka ia akan menghargai kebaikan itu.
6. Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik dari dirimu, maka akan berupaya menutupinya.
7. Jika engkau meminta sesuatu bantuan darinya, maka ia akan mengusahakannya dengan sungguh-sungguh.
8. Jika engkau berdiam diri (karena malu untuk meminta), maka ia akan menanyakan kesulitan yang kamu hadapi.
9. Jika bencana datang menimpa dirimu, maka ia akan berbuat sesuatu untuk meringankan kesusahanmu itu.
10. Jika engkau berkata benar kepadanya, niscaya ia akan membenarkanmu.
11. Jika engkau merencanakan sesuatu kebaikan, maka dengan senang hati ia akan membantu rencana itu.
12. Jika kamu berdua sedang berbeda pendapat atau berselisih paham, niscaya ia akan lebih senang mengalah untuk menjaga.

“Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.”
(HR. Ahmad dan Tirmidzi)

saya kutip sedikit dari tulisan mas hilal

Bilal bin rabbah mungkin hanya manusia miskin yang bisa adzan dan konsisten berwudhu lalu sholat dua rakaat, tak sepintar Ibnu Abbas, tak secerdik Salman Al Farisy, tak sekaya Abdurrahman Bin Auf, tak sekuat Umar Bin Khattab.
Tapi Bilal bin rabbah dijamin masuk surga. Kemampuan berbeda tapi hasil akhirnya sama, surga! … karena nama-nama yang disebut di atas adalah para mujahid, para pejuang, sama sama berproses sesuai kesanggupan dan kemampuan masing-masing.

mirip dengan sahabat-sahabat disini…punya banyak dan kelebihan yang berbeda-beda.

ada yang punya kelebihan ilmu parenting, presentation, manajemen, bisnis, menulis, dan lain-lain.

entah bagaimana ceritanya akhirnya bisa bertemu dan berkumpul disini, mungkin dulu tidak saling kenal, tapi sekarang jadi semakin dekat.
mudah-mudahan ukhuwah ini tetap terjaga. Dan selalu menjadi sahabat yang saling mengingatkan dalam kebaikan hingga nanti berjumpa kembali di Surga Firdaus.

Aamiin ya Rabb

*Tribute to Group Sahabat Ke Surga

Category: Article

Leave a Reply

Your email address will not be published.