Jangan Marah

Marah adalah sifat yang ada pada setiap manusia. Tingkat kemarahan setiap manusia berbeda-beda. Ada yang ketika marah melampiaskannya dengan diam, berteriak, bahkan bertindak dengan kasar. Banyak penyebab datangnya amarah, bisa dikarenakan pengaruh obat, depresi, rasa tidak nyaman, saat lapar, dan banyak hal lainnya. Bahkan saat kita dalam kondisi senang pun bisa dalam sekejap berubah menjadi marah. Oleh karena itu hati-hatilah diperbudak amarah. Karena dengan marah tidak akan membuat kita menjadi hebat, tidak akan membuat kita menjadi superior, bahkan malah akan merugikan. Sering marah bisa menyebabkan hipertensi, sakit kepala, dan letih. Dalam jangka panjang menyebabkan gelisah, perbuatan negatif dan akhirnya hidup tidak bahagia.

Api amarah merupakan bara api yang dibuat oleh setan untuk menimbulkan benih-benih kebencian sehingga dapat merusak keimanan seseorang. JIka ada orang yang marah dan kesadarannya hilang, maka setan akan berbicara dengan perantara lisannya, dengan kedua tangannya setan akan melakukan tindakan tercela yang pasti dilakukannya. Ketika amarahnya memuncak maka orang tersebut tidak dapat mengontrol dirinya lagi sehingga bisa melakukan dosa-dosa besar. Maka setanpun meraih kemenangan dari diri orang tersebut sehingga akal, pikiran, ruh, dan jasmaninya berada dalam kekuasaannya.

Sifat marah tidak akan luput dari setiap orang kecuali pada orang-orang yang bertakwa. Allah SWT berfirman : “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran : 133-134).

Orang yang bertakwa sudah seharusnya dapat menahan amarahnya dan tidak melampiaskan kemarahannya walaupun sebenarnya dia mampu melakukannya. Rasulullah Saw bersabda : “Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam gulat tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan nafsu amarahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dari Ibnu Mas’ud ra Rasulullah Saw bersabda : “Siapa yang dikatakan paling kuat diantara kalian? Sahabat menjawab : yaitu diantara kami yang paling kuat gulatnya. Beliau bersabda : “Bukan begitu, tetapi dia adalah yang paling kuat mengendalikan nafsunya ketika marah.” (HR. Muslim).

Bagaimana cara untuk menghadapi amarah? ada beberapa cara mengendalikan amarah seperti yang diajarkan di dalam Al-Quran dan sunah.
1. Dengan membaca A-‘UDZU BILLAHI MINAS SYAITHANIR RAJIIM.
2. Diam dan menjaga lisan.
3. mengambil posisi lebih rendah
4. Berwudhu
5. Mengingat keagungan dan kekuasaan Allah SWT

Marah diperbolehkan asal marahnya karena Allah. Seperti marah karena melihat hal-hal yang haram. Rasulullah pernah marah kepada sahabat yang menerima hadiah dalam melaksanakan tugasnya. Beliau juga pernah marah ketika melihat kelambu rumah Aisyah ada gambar makhluk hidupnya (yaitu gambar kuda bersayap) maka merah wajah Beliau dan bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling keras siksaannya pada hari kiamat adalah orang membuat gambar seperti gambar ini.” (HR. Bukhari Muslim).

Semoga kita semua bisa menjadi orang-orang yang bertakwa dan dapat menahan, mengendalikan amarah. Jangan marah, karena sesungguhnya kita sedang berperang dengan setan.

Wassalam,
@wickrady

Category: Umum | Tags:

2 comments on “Jangan Marah

  1. Marah itu bikin sakit kepala, tp klo gak dikeluarin jg nyesek pak. Hehehe.

    Klo sy pribadi, wudhu.. penawar amarah yang paling cepat.

    Pak, bagus artikelnya.

    • JelWle,nean, there are other things your boys could be getting in to trouble for … And yes, we all have to learn to be discerning about what we read. I too got off the track a bit with what I read, which is why I was always on the lookout for good books for my kids.

Leave a Reply

Your email address will not be published.