Sahabat Ke Surga

[11/28/2015, 09:35] bagus wickradytha: beberapa hari terakhir seru bener nyimak Sirah dari mbak Yusi…
pas bagian tentang perang badar dan perang uhud.
bukan perangnya yang mau di hightlight, tp perjuangan para sahabat

mereka berjuang bersama Rasulullah untuk membela agama Allah. Semangatnya untuk meraih ridho Allah luar biasa. Dengan tujuan insya Allah masuk surga

ternyata peran sahabat itu sangat penting, gais….

Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Perbanyaklah Sahabat-sahabat mu’minmu, karena mereka memiliki Syafa’at pd hari kiamat”.

Imam syafi’i berkata
“Jika engkau punya teman – yg selalu membantumu dalam rangka ketaatan kepada Allah- maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau lepaskannya. Karna mencari teman -baik- itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali”

Lukman alhakim menasihati anaknya:
1. Wahai anakku setelah kau mendapatkan keimanan pada Allah, maka carilah teman yg baik dan tulus..
2. Perumpamaan teman yg baik seperti “pohon” jika kau duduk di bawahnya dia dpt menaungimu, jika kau mengambil buahnya dpt kau makan..
Jika ia tak bermanfaat utk mu ia juga tak akan membahayakan-mu.

Menurut Imam al-Ghazali ada dua belas kriteria sahabat :
1. Jika kau berbuat baik kepadanya, maka ia juga akan melindungimu.
2. Jika engkau merapatkan ikatan persahabatan dengannya, maka ia akan membalas balik persahabatanmu itu.
3. Jika engkau memerlukan pertolongan darinya, maka ia akan berupaya membantu sesuai dengan kemampuannya.
4. Jika kau menawarkan berbuat baik kepadanya, maka ia akan menyambut dengan baik.
5. Jika ia memproleh suatu kebaikan atau bantuan darimu, maka ia akan menghargai kebaikan itu.
6. Jika ia melihat sesuatu yang tidak baik dari dirimu, maka akan berupaya menutupinya.
7. Jika engkau meminta sesuatu bantuan darinya, maka ia akan mengusahakannya dengan sungguh-sungguh.
8. Jika engkau berdiam diri (karena malu untuk meminta), maka ia akan menanyakan kesulitan yang kamu hadapi.
9. Jika bencana datang menimpa dirimu, maka ia akan berbuat sesuatu untuk meringankan kesusahanmu itu.
10. Jika engkau berkata benar kepadanya, niscaya ia akan membenarkanmu.
11. Jika engkau merencanakan sesuatu kebaikan, maka dengan senang hati ia akan membantu rencana itu.
12. Jika kamu berdua sedang berbeda pendapat atau berselisih paham, niscaya ia akan lebih senang mengalah untuk menjaga.

“Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.”
(HR. Ahmad dan Tirmidzi)

saya kutip sedikit dari tulisan mas hilal

Bilal bin rabbah mungkin hanya manusia miskin yang bisa adzan dan konsisten berwudhu lalu sholat dua rakaat, tak sepintar Ibnu Abbas, tak secerdik Salman Al Farisy, tak sekaya Abdurrahman Bin Auf, tak sekuat Umar Bin Khattab.
Tapi Bilal bin rabbah dijamin masuk surga. Kemampuan berbeda tapi hasil akhirnya sama, surga! … karena nama-nama yang disebut di atas adalah para mujahid, para pejuang, sama sama berproses sesuai kesanggupan dan kemampuan masing-masing.

mirip dengan sahabat-sahabat disini…punya banyak dan kelebihan yang berbeda-beda.

ada yang punya kelebihan ilmu parenting, presentation, manajemen, bisnis, menulis, dan lain-lain.

entah bagaimana ceritanya akhirnya bisa bertemu dan berkumpul disini, mungkin dulu tidak saling kenal, tapi sekarang jadi semakin dekat.
mudah-mudahan ukhuwah ini tetap terjaga. Dan selalu menjadi sahabat yang saling mengingatkan dalam kebaikan hingga nanti berjumpa kembali di Surga Firdaus.

Aamiin ya Rabb

*Tribute to Group Sahabat Ke Surga

Category: Article

Aksi dan Reaksi

Ada seorang ayah, yang malam itu sedang sangat sibuk membuat slide untuk dipresentasikan pada rapat pimpinan di kantornya besok hari. Keesokan harinya, ketika sedang sarapan pagi tanpa sengaja anaknya menumpahkan kopi ke baju sang ayah.

Tidak sampai 1 detik, emosi sang ayah langsung memuncak. Dia marahi anaknya dengan suara yang sangat keras. Wajahnya merah saking marahnya. Istrinya menghampiri mencoba untuk menenangkan. Bukannya mereda, amarah sang ayah malah berpindah kepada istrinya. Bahkan menyalahkan istrinya dan menganggap gagal dalam mendidik anak. Bibi yang bergegas untuk membersihkan tumpahan kopi ikut kena imbas amarah sang ayah, karena menghalangi jalannya.

Ayah lalu masuk ke kamar untuk mengganti kemeja. Karena suasana hati sedang tidak nyaman, berkali-kali kemeja yang dikenakan dirasakan tidak ada yang cocok. Hingga tersadar bahwa begitu banyak waktu yang dia buang untuk berangkat ke kantor. Dengan tergesa-gesa ayah masuk ke mobil dan memerintahkan supirnya untuk jalan.

Ditengah jalan, ayah tersadar bahwa notebook untuk presentasi tertinggal di meja makan. Supir disuruh segera memutar kembali ke rumah, tapi jalanan pagi itu sangat padat. Emosi ayah yang masih belum reda kembali memuncak. Dan pak supir yang menjadi sasaran kali ini.

Hari ini ayah mengawali pagi dengan suasana yang tidak nyaman. Penuh dengan energi negatif. Mungkin bisa berlanjut terus hingga sampai dikantor. Atau bahkan mungkin hingga kembali ke rumah.

*****

Sekarang mari kita ulangi cerita diatas.

………..Keesokan harinya ketika sarapan tanpa sengaja anaknya menumpahkan kopi dan kena baju sang ayah. Anaknya tampak sangat ketakutan.
Sang ayah tersenyum, lalu mendekati anaknya dan berkata, “nak, berjalan saja!. Tidak perlu terburu-buru ya. Biar gak nyenggol atau nabrak lagi. Jadi tidak ada yg tumpah atau pecah.

Anak itu meminta maaf kepada ayahnya. Ibu meminta bibi utk membersihkan tumpahan kopi tersebut, lalu mengajak ayah ke kamar. Dipilihkannya baju ganti untuk sang suami.

“Ayah, ini baju gantinya. Kamu cocok pake ini utk presentasi”.

Ayah tersenyum. “Terima kasih, sayang”, ujarnya singkat sambil memberikan kecupan ke kening istrinya. Hhhhhhhheehh…..adeeemmm…hehe.

Ayah siap utk berangkat kerja, ketika hendak masuk mobil. Tiba2 bibi berteriak…
“Paakk!!, ini Laptop-nya ketinggalan”

Wah…ayah merasa lega sekali. Perjalan lancar dan suasana hati ayah pagi itu begitu ceria, penuh energi positif. Dan mungkin akan terus berlanjut hingga seterusnya…

*****

Setelah kita melihat dua situasi diatas yang manakah yang ingin kita jalani? Semua orang sepakat untuk memilih cerita yang kedua. Tapi situasi mana yang lebih sering kita alami? Hehe…sebenarnya kita sendiri yang menentukannya. Kita sendiri yang mendesain alur kehidupan yang akan kita jalani. Kita sendiri yang memilih jalan mana yang harus dilalui. Setiap aksi yang sudah kita ambil maka akan menimbulkan reaksi. Dan reaksi yang muncul akan bermacam-macam tergantung dengan aksi apa yang kita pilih. Bisa dari internal diri kita sendiri atau dari eksternal orang lain ataupun lingkungan.

Ingat selalu untuk bisa menahan diri, untuk jangan buru-buru. Stop, Think, Do. Satu tarikan nafas panjang saja kok. Hanya 7 detik. Dan reaksi dari aksi yang diambil bisa lama impact nya. Kita lihat lagi cerita pertama. Aksi yang diambil ayah adalah marah. akibatnya sampe sore tetep aja bete gak kelar-kelar. Misalnya kita salah ngomong ke temen, trus baper. Bisa berhari-hari ntar gak disapa. So….kalem dulu…

Stop
Think
Do

Emang ada orang bisa nahan-nahan begitu? Ada donk.
Pernah gak pas lagi liat di group WA tiba-tiba someone typing….lama…lalu hilang gak muncul apa-apa. Karena tiba-tiba di pikiran someone itu terlintas, “eh, kalo ngetik ini nanti ada yang marah gak yah? ada yang tersinggung gak yah?”.
Atau misal ketika lagi asyik ngobrol sama teman, apa yang mau diomongin tiba-tiba gak jadi diomongin. Seperti ada yang melintas cepat dipikiran kita memberi tahu “hey, jangan ngomong gitu…Bahaya”. Ternyata didalam diri kitapun ada alarm intuisi yang berusaha untuk memperingatkan kita.

Teruslah berlatih untuk menahan diri sejenak. Kita coba kendalikan keadaan untuk menciptakan reaksi yang positif.

Salam 7 detik

@wickrady

 

7 Detik Saja

Para pimpinan mendadak dikumpulkan dalam sebuah rapat yang dimajukan satu hari dari jadwal biasanya. Sebuah hal yang tidak biasanya terjadi sehingga menimbulkan tanda tanya oleh para pimpinan yang hadir. Direktur menutup rapat hari itu dan menyampaikan sengaja rapat dimajukan karena beliau akan mengambil cuti besok hari dan akan keluar kota dengan penerbangan malam ini.

Salah seorang pimpinan kemudian menyeletuk, “Wah… jalan-jalan keluar negeri nih, pak. Bakal seru nih, kita-kita dapat oleh-oleh ya, Pak?”, serunya sambil mereng-mereng.

Direktur tersebut sambil tersenyum menjawab, “Ah..tidak..tidak, saya hanya pulang kampung saja. Ada sedikit keperluan”.

“Ooo…pulang kampung, pak. wah mau main-main ke pantai, pak? Disana pantainya kan cantik sekali. Cuma gak tau yah pas bencana alam yang lalu, jadi rusak apa gak tuh disana…”. lanjut pimpinan itu lagi.

Pak Direktur kembali menjawab pertanyaan tersebut dengan tersenyum. “Saya pulang kebetulan untuk mengenang bencana alam tersebut. Karena kejadian itu merupakan kenangan pahit untuk saya”.

Kali ini wajah pimpinan tersebut tidak sesumringah ketika bertanya tadi. “Maaf ya, Pak. Saya tidak tahu…Nggg…Kalo begitu save flight ya, Pak. Salam untuk keluarga disana”.

“Keluarga saya sudah tidak ada. Semuanya jadi korban bencana tersebut”. Ujar pak Direktur.

Dan pimpinan itupun semakin salah tingkah, kepalanya sedikit tertunduk, dengan bibir yang bergetar dipaksakan untuk tersenyum.

Dari uraian cerita diatas tampak sang pimpinan begitu antusias, begitu exited, begitu terbawa euforia hingga buru-buru menyampaikan sesuatu tanpa dipikirkan terlebih dahulu apa akibat dari perkataan yang diucapkannya. Terkadang ketika kita sedang senang, sedang gembiranya, kita lupa menahan sejenak. cuuss….apa saja yang kita ucapkan meluncur tak terkontrol. hingga akhirnya tersadar, ternyata menyinggung orang lain. ternyata menyakiti perasaan orang lain. ternyata membuka aib orang lain atau bahkan diri sendiri. Tahan dulu sejenak, 7 detik saja kok.

Cobalah untuk menahan sebentar apa yang akan kita ucapkan, apa yang akan kita lakukan apakah ada manfaatnya atau malah menimbulkan masalah. tenang dulu, 7 detik saja.

“Kenapa sih harus 7 detik?”. ya biar gak kelamaan kali, masa mau 14 tahun?

Hehe…kenapa 7 detik, karena butuh waktu 6 detik stimulus yang masuk ke thalamus untuk masuk ke neokorteks. Apabila belum 6 detik maka akan dibajak oleh amikdala yang berperan sebagai pusat emosi di otak.

“Trus bagaimana kita tahu sudah 7 detik apa belum kita nahannya? masa kudu dihitung terus”.

Cukup dengan tarik nafas yang dalam lalu keluarkan dengan perlahan. silahkan coba. Dengan menarik nafas panjang tubuh lebih rileks dan nyaman. Berfikir jadi lebih positif.

Yuk, kita coba menahan diri sejenak dalam bersikap. gak lama kok, 7 detik saja. Kita jaga bicara, perbuatan, tindakan kita agar lebih positif dan bermanfaat.

Saya teringat akan sebuah pesan Rasulullah SAW yang bersabda,

“Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang tidak dipikirkan bahayanya terlebih dahulu, sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh dari pada jarak antara timur dan barat.”

(HR. Muslim no. 2988)

Salam 7 detik,

@wickrady

Menunda Kesenangan

Pernah dengar bahwa membuat seekor keledai bisa berjalan lebih cepat bisa dengan menggunakan 2 cara. Cara pertama adalah dengan mengikat sebuah wortel yang dikaitkan dengan tali pada ujung sebatang kayu, lalu wortel tersebut dipancing dihadapan keledai tersebut agar dia berjalan lebih kencang untuk berusaha mendapatkan wortel tersebut. Yup, si keledai berharap mengejar “reward” berupa wortel apabila dia berjalan lebih cepat dari biasanya.

Donkey and Carrot

Cara kedua adalah dengan menggunakan stik atau cemeti. Si keledai dipaksa untuk berjalan lebih cepat dengan cara diberi “punishment” berupa pukulan atau cambukan pada tubuhnya agar dia berjalan lebih cepat dari biasa.

itulah cerita si keledai. Bagaimana dengan kita, apakah memerlukan juga sebuah proses reward dan punishment ini? seberapa perlu kita gunakan metode ini?

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Chicago pada 150 guru sekolah negeri di Chicago Height, Illinois. Mereka membagi 2 kelompok guru dan mengatakan bahwa bonus mereka akan bergantung pada hasil nilai tes siswa mereka.

Kelompok guru pertama akan menerima bonus pada akhir tahun jika nilai tes siswa meningkat. dan Kelompok yang kedua akan menerima bonus pada bulan September dan setuju untuk mengembalikan uang bonus tersebut apabila nilai tes gagal naik pada ujian aknir nanti.

Guru yang menghadapi ancaman harus mengembalikan bonus mereka menghasilkan skor tes siswa 7% lebih tinggi daripada rata-rata skor siswa yang mendapat bonus dengan cara konvensional.

Dan ternyata penerapan reward dan punishment ini cukup berpengaruh pada kinerja seseorang ataupun perusahaan.

Di sebuah perusahaan ada juga yang menerapkan punishment berupa penundaan terhadap reward. Nah lo…apa lagi nih? Begini ceritanya…. Perusahaan tersebut pada awal tahun sudah membuat pengumuman bahwa akan ada kenaikan gaji yang berlaku mulai bulan Juli pada tahun tersebut. akan tetapi karena adanya penurunan sales di Q1, maka diumumkan bahwa kenaikan gaji tertunda menjadi bulan Desember kecuali para karyawan berusaha keras bisa untuk bisa mencapai target sales di Q2 menjadi 2x lipat. Dan ternyata berhasil, perusahaan tersebut revenue nya malah lebih tinggi dari sebelumnya walaupun ada penurunan di awal periode tahun.

Bagaimana dengan diri sendiri, bisa gak? Dibisain aja lah….hehe.

Misal kita seorang pengusaha. Pasang aja target untuk usaha kita, seperti “apabila berhasil dapat omzet 5jt maka saya akan traktir diri saya sendiri makan ice cream cone Mcd”. Lakukan komitmen tersebut, dan selama belum berhasil mencapai target, jangan makan ice cream cone McD walaupun sebenarnya bisa aja.

contoh lagi, misal. “Saya tidak akan minum ice cappuccino di Dunkin Donat walaupun lagi numpang nongkrong disana sebelum revisi bab 4 acc dosbing”. ini contoh lho ya…contoh….bisa aja yang lain-lain lagi. Yang penting seting targetnya lalu komitmen untuk menjalankannya.

Lalu apakah bisa diterapkan terhadap anak? bagaimana bahasannya di dunia parenting? Hehe… Jangankan untuk anak-anak, ternyata di dunia parenting, Reward dan Punishment juga berlaku untuk orang tua?

HAH??? Kok bisa….??? Penasaran?

Simak nanti malam di #KelasONline pukul 20:00 wib bersama sahabat saya Dwi Ishak.dwiiskah

Salam 7 detik,

@wickrady

Category: Management, Personal, Umum | Tags: ,

Gak perlu panjang, seperlunya saja

Pagi ini, istri saya memberi kabar bahwa anak saya tadi malam tidak bisa tidur. Kangen katanya. Adeeemm…bener rasanya. Saya juga begitu rindu untuk bertemu mereka.

Anak saya yang pertama ini berumur 5 tahun. Sudah suka bertanya macam-macam. mulai dari cara mengerjakan sesuatu, mau tahu apa ini, apa itu, apa saja ditanyakan. Dan terkadang saya sendiri kewalahan untuk bisa menjawabnya. Tepatnya memberi jawaban dan penjelasan yang kira-kira mudah untuk dia cerna.

Kadang pertanyaan yang diajukan dengan panjang lebar saya jawab dengan singkat. Apabila tidak puas, dia kan bertanya lagi, bahkan diulang-ulang terus sampai dia puas dengan jawaban yang saya berikan.

Saya berfikir suatu saat nanti dan memang pasti akan muncul pertanyaan-pertanyaan yang saya sendiri kalo menjawabnya pasti berkeringat. Yessss, thats right, anda benar. Pertanyaan yang berhubungan dengan sex education.

menurut saya untuk berdiskusi masalah seks kepada anak itu tidak mudah. Benar-beanr perlu persiapan. Sebenarnya sudah banyak tulisan-tulisan yang mengulas bagaimana cara menyampaikan pendidikan seks kepada anak. Tapi saya tetep saja merasa itu sebuah tantangan tersendiri dalam mendidik anak.

Pernah ketika saya menemani anak saya BAB di sebuah Mall di kawasan Jakarta Selatan. Entah kenapa anak saya yang satu ini senang sekali meninggalkan jejak apabila diajak ke mall.

Dia bertanya seperti ini,
“Pah, mamah lagi gak sholat yah?”

Saya diam saya. Saya lirik petugas cleaning service yang sedang mengepel lantai. khawatir dia nguping. Walau saya yakin dia pasti penasaran akan jawaban saya.

Anak saya bertanya lagi.
“Mamah lagi berdarah yah, pah?”

saya masih diam….sambil tutup idung. Ingin sekali menenangkan diri dengan menarik nafas dalam-dalam, tapi situasi dan kondisi tidak memungkinkan.

Saya katakan kepada anak saya,
“Kakak, benar mamah sedang tidak sholat karena sedang berhalangan. Jadi tidak boleh sholat dulu. Maaf, kakak boleh bertanya lagi nanti setelah selesai BAB nya yah”.

“Oke, pah”, jawab nya.

Alhamdulillah pemirsa, dia lupa untuk bertanya lagi…hehe.

Dari pengalaman itu bisa saya katakan bahwa kita harus bisa menunda sementara apabila kita bingung atau memang tidak tahu jawabannya. Cari tahu dulu, jangan memaksa untuk menjawab. Tahan dulu 7 detik. Tenang. Calm down. Dan jawab seperlunya saja. Tidak perlu panjang-panjang dan menggunakan kata-kata ilmiah, toh anak kita juga belum tentu faham dari kata-kata yang kita ucapkan. Kita pilih kata-kata yang tepat dan mengena.

Oiyah, saya jadi teringat pula akan sebuah kisah obrolan seorang anak dengan ayahmya yang pernah saya dengar. Kira-kira seperti ini kisahnya,

Saat itu sore hari. Sang ayah sedang duduk santai di teras rumah sambil membaca koran. Tiba-tiba anaknya berlari-lari menghampiri ayahnya.

anak itu bertanya, “Ayah.. aku asalnya dari mana sih…?”

Kemudian ayahnya tersenyum. Membelai ringan rambut anaknya. Lalu menjawab,
“Ooo…itu…. Kamu itu diciptakan dari inti sari tanah yang dijadikan air mani yang tersimpan dalam tempat yang kokoh. Kemudian dijadikan darah beku yang menggantung dalam rahim. Darah beku tersebut kemudian di jadikan Allah segumpal daging dan kemudian dibalut dengan tulang belulang lalu, kepadanya ditiupkan Ruh”

“emang kenapa kok kamu bertanya tentang itu?”

Kemudian sang anak menjawab, “Enggak…. soalnya tadi temanku bilang dia asalnya dari Klaten…”

Salam 7 detik.

@wickrady

K.E.P.O

Hari Rabu yang lalu, ketika sedang di KRL menuju stasiun manggarai. Terdengar sayup diantara deru angin dan mesin kereta percakapan yang mungkin terjadi antara 2 anak manusia berbeda jenis. Kenapa mungkin? karena saya tidak bisa melihat sumber suara tersebut diantara desakan manusia-manusia yang sedang berpindah dari tempat istirahat mereka ke tempat bekerja.

Tidak ada yang saya ingat tentang apa yang mereka bicarakan, kecuali sebuah kalimat “Ih…kepo deehhh….”. dengan intonasi agak tinggi, kemungkinan mulut berbentuk seperti O ketika mengucapkan kata ‘deh’-nya, dan desibel suara lebih kencang dibanding suara keretanya.

Apa sih KEPO itu?. Kalo kata di group sebelah artinya Knowing Every Particular Object. Ada juga yang bilang KElakuan POlisi, yang mungkin maksudnya sering bertanya/introgasi kali ya.

Lalu kenapa sih orang KEPO? Boleh gak sih KEPO? Dilarang gak sih kalo KEPO?

Lepas dari itu semua, selama tidak berlebihan dan masih positif ya lanjutkan saja. setidaknya KEPO bisa menambah wawasan dan mengurangi rasa penasaran. Tapi harus sabar dan kalem juga ya ketika KEPO-in orang seperti cerita berikut,

Suatu hari Kasidi berpapasan dengan seorang gembala beserta kambingnya. Kasidi bertanya dengan takjub,

Kasidi : “Kambing2 bapak sehat sekali di kasih makan apa?”

Gembala : “Yg mana dulu nih? Kambing hitam atau yg putih?”

Kasidi : “Mmmm …yg hitam dulu deh”

Gembala : “Kalo yg hitam makannya rumput gajah”

Kasidi : “Kalo yang putih?”

Gembala : “Yg putih juga…”

Kasidi : “Oh gitu, trs kambing2 ini kuat jalan brp kilo pak?”

Gembala : “Yg mana dulu nih? yg hitam atau yg putih?”

Kasidi : “Yang hitam dulu deh….”

Gembala : “Kalo yang hitam 4 km sehari”

Kasidi : “Kalo yang putih?”

Gembala : “Yang putih juga…”

*Kasidi mulai gondok….

Kasidi : “Kambing ini menghasilkan banyak bulu nggak pak pertahunnya? ”

Gembala : “Yg mana dulu nih? Yg hitam atau yg putih?”

Kasidi (dengan kesalnya) : “Yang hitam dulu !!”

Gembala : ”Yg hitam banyak.10 kg/th”

Kasidi : “Kalo yang putih…?”

Gembala : “Yg putih juga”

Kasidi : “BAPAK KENAPA SIH SELALU NGEBEDAIN KAMBING DUA INI KALO JAWABANNYA TERNYATA SAMA..!!??”

Gembala : “Begini pak, soalnya yg hitam itu punya saya….”

Kasidi : “Oh gitu pak, maaf kalo saya emosi… Lalu kalo yang putih?”

Gembala : “Yg putih juga..”

@wickrady

Category: Umum | Tags:

Benarkah Kita Sudah Bersyukur?

Tulisan ini saya salin dari personal web site Pak Jamil Azzaini (www.jamilazzaini.com). Seorang inspirator SuksesMulia, agar menjadi pengingat kepada saya pribadi untuk menjadi seorang yang pandai bersyukur.

Ada yang berkata kepada saya, “Mas Jamil ini serakah dan kurang bersyukur. Order training dari perusahaan ternama tiap hari ada tapi masih mengadakan public seminar.” Sesungguhnya, banyak yang salah memahami makna bersyukur. Karena kesalahan pemahaman ini, akhirnya orang itu tidak berkembang. Dampak selanjutnya karir atau bisnisnya stagnan. Menerima dan senang atas kenikmatan yang kita peroleh itu baru sebagian kecil dari makna bersyukur. Apabila target tercapai, order banyak, karir melejit kemudian Anda bahagia dan memuji Sang Pencipta memang itu bersyukur. Tetapi pemahaman itu belum utuh. Berhenti pada pemahaman ini membuat Anda cepat puas bahkan dalam jangka panjang bisa membuat Anda malas. Bersyukur juga mengandung makna intensifikasi dan ekstensifimanusia yang terlahir ke dunia pasti diberi modal terbesar oleh Allah SWT berupa potensi diri. Tugas manusia adalah menemukan dan kemudian melakukan intensifikasi serta ekstensifikasi potensi diri.

Intensifikasi itu mendayagunakan dan mengoptimalkan potensi yang ada. Potensi yang sudah Anda temukan tadi terus diasah tiada henti. Salah satu bukti bahwa Anda sudah melakukan intensifikasi potensi diri adalah Anda sudah menjadi seorang ahli di bidang yang Anda tekuni. Dari keahlian Anda yang sudah terasah maka akan terlahir karya-karya besar yang memberi banyak manfaat. Oleh karena itulah, apabila Anda belum menghasilkan karya di atas rata-rata kebanyakan orang jangan mengaku bahwa Anda sudah bersyukur. Sementara ekstensifikasi diri bermakna terus menemukan potensi diri yang mendukung keahlian yang ditekuni. Seorang peneliti, misalnya, tidak boleh puas dengan hasil penelitiannya saja. Dia perlu mengembangkan kemampuan memasarkan hasil penelitiannya sehinga penemuannya diketahui sekaligus memberi manfaat kepada banyak orang. Intensifikasi dan ekstensifikasi menghasilkan manusia pembelajar dan haus akan prestasi-prestasi besar. Menerima (acceptance) dan senang atas berbagai nikmat yang Anda peroleh hanyalah kunci pembuka rasa syukur. Anda harus masuk kedalam ruangan syukur yang lebih luas dengan cara melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi potensi diri. Cobalah renungkan sejenak, sudahkah Anda menjadi manusia yang bersyukur? Bila Anda menjawab sudah, apakah karya atau prestasi Anda yang diakui banyak orang? Bersyukur itu perlu bukti, bukan hanya pengakuan diri dan perasaan dalam hati. Anda mau berlatih bersyukur? Sebarlah tulisan ini apabila Anda merasakan manfaat dari tulisan ini. Hehehehe… kalau ini namanya “maksa dot com”. Salam SuksesMulia! Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

Category: Umum

Wedang uwuh minuman hangat bercitarasa tinggi

wedang

Indonesia memiliki bermacam-macam kuliner yang tersebar diseluruh nusantara. Berbagai macam makanan-minuman dari setiap daerah memiliki khas dan cita rasa yang berbeda. Ada satu minuman khas Indonesia yang saya gemari yaitu wedang uwuh. Dalam bahasa Jawa wedang bisa diartikan sebagai minuman hangat, dan uwuh adalah sampah. LHOOH..!! minum sampah? hehe, ini bukan sampah seperti limbah rumah tangga atau lainnya. Hanya menggambarkan isi minuman panas tersebut yang berisi daun-daun dan tumbuhan seperti, jahe, kayu manis, cengkeh, secang, pala, sehingga tampak seperti sampah.

Wedang Uwuh, merupakan minuman herbal yang berasal dari Imogiri, sebuah kota dibagian selatan Jogjakarta. Tidak ada yang tau persis siapa yang pertama kali meracik minuman ini, sama seperti halnya wedang-wedang lainnya. Wedang uwuh mengandung bahan yang sangat baik untuk kesehatan. Jahe berguna untuk melancarkan peredaran sirkulasi darah, dan mampu mengurangi kolesterol dalam darah dan jantung. Kayumanis berguna sebagai anti oksidan. kombinasi keduanya menjadikan meningkatnya sistem kekebalan tubuh. Cengkeh, selain memberikan aroma yang khas dan sensasi rasa yang unik berguna juga untuk membuat tubuh kita lebih hangat, mengatasi kembung dan masuk angin. Daun pala dan secang tidak kalah berguna yaitu untuk mengurangi demam, dan melancarkan pernafasan. Secang inilah yang membuat wedang uwuh airnya menjadi berwarna merah. satu lagi yang namanya keren yaitu, kapulaga. Kapulaga mengandung minyak atsiri, protein, dan mineral lain yang berfungsi untuk mencegah tulang keropos.

Selain wedang uwuh, ada juga wedang lainnya seperti wedang Jahe, wedang ronde dan masih banyak lainnya. Wedang jahe jelas minuman hangat yang dibuat oleh jahe. Wedang ronde isinya ada kacangnya. itulah sedikit yang membedakannya jenis-jenis nya. Jadi ketika masuk angin, lemes kurang bergairah, perlu minuman hangat, sudah tau jawabannya kan? Selamat menikmati segelas minuman hangat bercitra rasa tinggi sahabat hebat. Toss :)

Wassalam,
@wickrady

Category: Umum | Tags: , ,

Jangan Marah

anger2

Marah adalah sifat yang ada pada setiap manusia. Tingkat kemarahan setiap manusia berbeda-beda. Ada yang ketika marah melampiaskannya dengan diam, berteriak, bahkan bertindak dengan kasar. Banyak penyebab datangnya amarah, bisa dikarenakan pengaruh obat, depresi, rasa tidak nyaman, saat lapar, dan banyak hal lainnya. Bahkan saat kita dalam kondisi senang pun bisa dalam sekejap berubah menjadi marah. Oleh karena itu hati-hatilah diperbudak amarah. Karena dengan marah tidak akan membuat kita menjadi hebat, tidak akan membuat kita menjadi superior, bahkan malah akan merugikan. Sering marah bisa menyebabkan hipertensi, sakit kepala, dan letih. Dalam jangka panjang menyebabkan gelisah, perbuatan negatif dan akhirnya hidup tidak bahagia.

Api amarah merupakan bara api yang dibuat oleh setan untuk menimbulkan benih-benih kebencian sehingga dapat merusak keimanan seseorang. JIka ada orang yang marah dan kesadarannya hilang, maka setan akan berbicara dengan perantara lisannya, dengan kedua tangannya setan akan melakukan tindakan tercela yang pasti dilakukannya. Ketika amarahnya memuncak maka orang tersebut tidak dapat mengontrol dirinya lagi sehingga bisa melakukan dosa-dosa besar. Maka setanpun meraih kemenangan dari diri orang tersebut sehingga akal, pikiran, ruh, dan jasmaninya berada dalam kekuasaannya.

Sifat marah tidak akan luput dari setiap orang kecuali pada orang-orang yang bertakwa. Allah SWT berfirman : “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran : 133-134).

Orang yang bertakwa sudah seharusnya dapat menahan amarahnya dan tidak melampiaskan kemarahannya walaupun sebenarnya dia mampu melakukannya. Rasulullah Saw bersabda : “Orang kuat itu bukanlah yang menang dalam gulat tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan nafsu amarahnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dari Ibnu Mas’ud ra Rasulullah Saw bersabda : “Siapa yang dikatakan paling kuat diantara kalian? Sahabat menjawab : yaitu diantara kami yang paling kuat gulatnya. Beliau bersabda : “Bukan begitu, tetapi dia adalah yang paling kuat mengendalikan nafsunya ketika marah.” (HR. Muslim).

Bagaimana cara untuk menghadapi amarah? ada beberapa cara mengendalikan amarah seperti yang diajarkan di dalam Al-Quran dan sunah.
1. Dengan membaca A-‘UDZU BILLAHI MINAS SYAITHANIR RAJIIM.
2. Diam dan menjaga lisan.
3. mengambil posisi lebih rendah
4. Berwudhu
5. Mengingat keagungan dan kekuasaan Allah SWT

Marah diperbolehkan asal marahnya karena Allah. Seperti marah karena melihat hal-hal yang haram. Rasulullah pernah marah kepada sahabat yang menerima hadiah dalam melaksanakan tugasnya. Beliau juga pernah marah ketika melihat kelambu rumah Aisyah ada gambar makhluk hidupnya (yaitu gambar kuda bersayap) maka merah wajah Beliau dan bersabda : “Sesungguhnya orang yang paling keras siksaannya pada hari kiamat adalah orang membuat gambar seperti gambar ini.” (HR. Bukhari Muslim).

Semoga kita semua bisa menjadi orang-orang yang bertakwa dan dapat menahan, mengendalikan amarah. Jangan marah, karena sesungguhnya kita sedang berperang dengan setan.

Wassalam,
@wickrady

Category: Umum | Tags:

Semangat dari Sahabat

Semangat dan tekad

Berbagai rutinitas yang dijalankan sudah pasti menjadikan tubuh menjadi lelah. Semangat yang berapi-api diawal akan meredup seiring dengan jalannya waktu. sudah sifat bawaan manusia untuk tidak menjadi sabar, cepat bosan, dan kemudian kehilangan semangat. “Saya mau sukses!, tapi saya sudah tidak semangat. saya capek, saya low batt”. Sahabat semua, Sukses itu terdiri dari susunan 4 huruf yaitu, S, U, K dan E. S adalah “Semangat”, U adalah “Usaha”, K adalah “Kerja Keras”, E adalah “Empati”, dan perhatikan huruf S muncul sebanyak 3 kali yang tandanya bahwa kunci sukses itu setidaknya harus ada 3 semangat.

Tapi bagaimana apabila akhirnya semangat itu telah habis dan hilang. carilah seseorang yang bisa membangkitkan kembali semangat anda. lihat disekitar, perhatikan apakah ada seseorang yang bersikap dan berperilaku positif. Bisa keluarga, sahabat, rekan kerja atau siapa saja yang bisa menularkan energi positifnya untuk mengisi kembali semangat anda. Saat ini ada satu sumber energi positif yang dapat mengisi kembali semangat anda dengan cepat hanya dalam waktu yang tidak lama. Sumber itu bernama komunitas. Jelas komunitasnya adalah komunitas yang positif. Sebuah tempat berkumpulnya orang-orang hebat dengan energi positif yang berlimpah ruah, dan siap kapan saja menumpahkan, mengalirkan energi positif, doa kebaikan, usulan dan kritik membangun, dan semangat yang membara. Bahkan dengan bantuan teknologi informasi, energi komunitas itu bisa disampaikan melalui media-media elektronik. Hanya sebuah kalimat singkat dari seorang sahabat saja bisa membuat kita terhibur dan kembali bersemangat.

Dengan adanya orang yang dapat memberi semangat kepada kita, penghibur dikala duka, pengingat ketika kita salah. Maka kita pun harus bisa berperan sebagai orang tersebut. Dengan demikian kita hidup saling melengkapi, saling berkerja sama, saling menutupi kelemahan, sehingga kita bisa saling menguatkan. Kelemahan kita, ketidak sempurnaan kita, akan dikuatkan oleh orang lain. Dan kelebihan kita pun kita gunakan untuk menguatkan orang lain. carilah sahabat hebat walaupun hanya 1 orang karena bersama-sama kita akan menjadi kuat.

Wassalam,

@wickrady

Kupersembahkan kepada para sahabat hebat, keluarga EntrePrayer

Category: Article, Umum | Tags: